Cepedak, 07 Februari 2026 Warga Desa Cepedak yang mayoritas berprofesi sebagai petani kembali melaksanakan kegiatan rutin matun di sawah. Matun adalah proses pembersihan gulma atau rumput liar yang tumbuh di sekitar tanaman padi. Gulma dianggap sebagai hama karena dapat mengganggu pertumbuhan padi dengan menyerap unsur hara dan air yang seharusnya digunakan oleh tanaman utama.
Menurut salah satu petani, matun bukan hanya sekadar pekerjaan teknis, tetapi juga tradisi yang diwariskan turun-temurun. “Kalau tidak matun, padi bisa kalah dengan rumput. Selain itu, dengan matun ujar H. Nur Kholik.
Manfaat Kegiatan Matun
- Menjaga tanaman padi agar tumbuh sehat tanpa gangguan gulma.
- Meningkatkan hasil panen dengan kualitas yang lebih baik.
- Mengurangi penggunaan pestisida sehingga lebih ramah lingkungan.
- Memperkuat nilai kebersamaan dan gotong royong antarwarga desa.
Kegiatan matun di Desa Cepedak menjadi bukti nyata bahwa tradisi bertani tidak hanya soal hasil panen, tetapi juga tentang menjaga kebersamaan dan budaya lokal. Dengan semangat gotong royong, warga desa berharap hasil panen tahun ini akan lebih melimpah dan berkah.
Kegiatan matun di Desa Cepedak menjadi bukti nyata bahwa tradisi bertani tidak hanya soal hasil panen, tetapi juga tentang menjaga kebersamaan dan budaya lokal.Matun bukan hanya sekadar pekerjaan teknis, tetapi juga bagian dari budaya bertani di Desa Cepedak. Tradisi ini mencerminkan nilai kerja keras, kebersamaan, dan kepedulian terhadap alam. Bagi warga desa, matun adalah simbol kesabaran dan ketekunan dalam merawat sawah demi keberlangsungan hidup keluarga dan masyarakat.