Asia-Pasifik mencatat lonjakan signifikan dalam pengeluaran perjalanan ke luar negeri sepanjang tahun 2025. Menurut data dari Visa, perkembangan teknologi artificial intelligence (AI) menjadi salah satu pendorong utama tren ini, seiring dengan meningkatnya kekuatan ekonomi di kawasan tersebut.
AI dan Pertumbuhan Ekonomi
Simon Baptist, Kepala Ekonom Visa Asia-Pasifik, menjelaskan bahwa sebagian besar investasi AI di kawasan ini berfokus pada manufaktur semikonduktor dan pusat data. Negara-negara seperti Taiwan, Korea Selatan, Singapura, dan Malaysia yang aktif dalam sektor tersebut mengalami pertumbuhan ekonomi pesat. Kenaikan pendapatan dari investasi AI kemudian banyak disalurkan ke sektor perjalanan, terutama perjalanan lintas negara.
Lonjakan Pengeluaran Wisata
- Travel menjadi kategori unggulan pada 2025, dengan pengeluaran di merchant perjalanan tumbuh 2,5 kali lebih tinggi dibanding rata-rata pengeluaran sektor lain.
- Cross-border spending meningkat tajam, mencerminkan minat masyarakat Asia-Pasifik untuk bepergian ke luar negeri.
- Faktor lain seperti kelas menengah yang terus berkembang, perubahan demografi, serta pengaruh media sosial turut memperkuat tren konsumsi perjalanan
Dengan kombinasi investasi AI dan pertumbuhan ekonomi kawasan, Asia-Pasifik diperkirakan akan terus menjadi motor penggerak utama dalam industri perjalanan global. Tahun 2025 menjadi bukti bahwa teknologi tidak hanya mendorong inovasi industri, tetapi juga memperluas peluang konsumsi masyarakat, khususnya dalam sektor wisata.